Kamis, 13 Oktober 2016

Tugas Softskill 3KA29

Kecerdasan buatan
Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial (bahasa inggris: Artificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.
Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.
'Kecerdasan buatan' ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya.
Tidak ada definisi yang memuaskan untuk 'kecerdasan':
1.      kecerdasan: kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan menggunakannya
2.      atau kecerdasan yaitu apa yang diukur oleh sebuah 'Test Kecerdasan'
Paham Pemikiran
Secara garis besar, AI terbagi ke dalam dua paham pemikiran yaitu AI Konvensional dan Kecerdasan Komputasional (CI, Computational Intelligence). AI konvensional kebanyakan melibatkan metode-metode yang sekarang diklasifiksikan sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistik. Dikenal juga sebagai AI simbolis, AI logis, AI murni dan AI cara lama (GOFAI, Good Old Fashioned Artificial Intelligence). Metoda-metodenya meliputi:
1.      Sistem pakar: menerapkan kapabilitas pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Sebuah sistem pakar dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi tersebut.
2.      Petimbangan berdasar kasus
3.      Jaringan Bayesian
4.      AI berdasar tingkah laku: metode modular pada pembentukan sistem AI secara manual
Kecerdasan komputasional melibatkan pengembangan atau pembelajaran iteratif (misalnya penalaan parameter seperti dalam sistem koneksionis. Pembelajaran ini berdasarkan pada data empiris dan diasosiasikan dengan AI non-simbolis, AI yang tak teratur dan perhitungan lunak. Metoda-metode pokoknya meliputi:
1.      Jaringan Syaraf: sistem dengan kemampuan pengenalan pola yang sangat kuat
2.      Sistem Fuzzy: teknik-teknik untuk pertimbangan di bawah ketidakpastian, telah digunakan secara meluas dalam industri modern dan sistem kendali produk konsumen.
3.      Komputasi Evolusioner: menerapkan konsep-konsep yang terinspirasi secara biologis seperti populasi, mutasi dan “survival of the fittest” untuk menghasilkan pemecahan masalah yang lebih baik.
Metoda-metoda ini terutama dibagi menjadi algoritma evolusioner (misalnya algoritma genetik) dan kecerdasan berkelompok (misalnya algoritma semut)
Dengan sistem cerdas hibrid, percobaan-percobaan dibuat untuk menggabungkan kedua kelompok ini. Aturan inferensi pakar dapat dibangkitkan melalui jaringan syaraf atau aturan produksi dari pembelajaran statistik seperti dalam ACT-R. Sebuah pendekatan baru yang menjanjikan disebutkan bahwa penguatan kecerdasan mencoba untuk mencapai kecerdasan buatan dalam proses pengembangan evolusioner sebagai efek samping dari penguatan kecerdasan manusia melalui teknologi.
Filosofi
Perdebatan tentang AI yang kuat dengan AI yang lemah masih menjadi topik hangat di antara filosofi AI. Hal ini melibatkan filsafat budi dan masalah budi-tubuh. Roger Penrose dalam bukunya The Emperor's New Mind dan John Searle dengan eksperimen pemikiran "ruang China" berargumen bahwa kesadaran sejati tidak dapat dicapai oleh sistem logis formal, sementara Douglas Hofstadter dalam Gödel, Escher, Bach dan Daniel Dennett dalam Consciousness Explained memperlihatkan dukungannya atas fungsionalisme. Dalam pendapat banyak pendukung AI yang kuat, kesadaran buatan dianggap sebagai urat suci (holy grail) kecerdasan buatan.
Fiksi sains
Dalam fiksi sains, AI umumnya dilukiskan sebagai kekuatan masa depan yang akan mencoba menggulingkan otoritas manusia seperti dalam HAL 9000, Skynet, Colossus and The Matrix atau sebagai penyerupaan manusia untuk memberikan layanan seperti C-3PO, Data, the Bicentennial Man, the Mechas dalam A.I. atau Sonny dalam I, Robot. Sifat dominasi dunia AI yang tak dapat dielakkan, kadang-kadang disebut "the Singularity", juga dibantah oleh beberapa penulis sains seperti Isaac Asimov, Vernor Vinge dan Kevin Warwick. Dalam pekerjaan seperti manga Ghost in the Shell-nya orang Jepang, keberadaan mesin cerdas mempersoalkan definisi hidup sebagai organisme lebih dari sekadar kategori entitas mandiri yang lebih luas, membangun konsep kecerdasan sistemik yang bergagasan. Lihat daftar komputer fiksional (list of fictional computers) dan daftar robot dan android fiksional (list of fictional robots and androids).
Seri televisi BBC Blake's 7 menonjolkan sejumlah komputer cerdas, termasuk Zen (Blake's 7), komputer kontrol pesawat bintang Liberator (Blake's 7); Orac, superkomputer lanjut tingkat tinggi dalam kotak perspex portabel yang mempunyai kemampuan memikirkan dan bahkan memprediksikan masa depan; dan Slave, komputer pada pesawat bintang Scorpio.



Pembahasan Jurnal
Disini kami akan membahas salah satu jurnal yang kami pilih untuk tugas softskill ‘Peng. Teknologi Sistem Cerdas’. Pada bahasan kali ini kami akan membahas jurnal tentang “Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit ISPA Menggunakan Metode Faktor Kepastian”.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi beserta aplikasinya disegala bidang tidak bisa lepas dari peranan perangkat komputer. Di bidang kesehatan banyak memanfaatkan hasil perkembangan pengetahuan dan teknologi dalam memberikan pelayanan kesehatan. Di bidang kesehatan juga tidak lepas dari kebutuhan akan penggunaan sistem komputerisasi dalam mendukung kegiatan operasionalnya. Hampir di semua bidang yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan, mulai melirik pemanfaatan komputer untuk meningkatkan kinerjanya. Selama ini, sistem diagnosa penyakit bagi pasien masih harus melibatkan dokter secara langsung dicatat dan dianalisa secara manual. Dengan kondisi seperti ini tentunya akan menimbulkan banyak kendala bagi tenaga pelayanan kesehatan bahkan tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan kesalahan atau berbedanya diagnosa penyakit yang dialami pasien.
Salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut adalah suatu sistem pakar yang dapat mendiagnosis penyakit menggunakan metode kepastian. Dengan alternatif ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan. Salah satu cabang dari AI (Artificial Intelligence) adalah Sistem Pakar. Sistem Pakar merupakan sistem yang berusaha mengadopsi pemikiran dan pengetahuan manusia ke dalam program komputer, agar program di komputer tersebut dapat menyelesaikan masalah yang spesifik seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli atau pakar.
Diagnosa penyakit dengan menggunakan sistem pakar akan mencatat gejala-gejala dari pasien dan akan mendiagnosa jenis penyakit yang berbasis pada komputer sehingga dapat membantu pihak-pihak terkait dalam melakukan diagnosa penyakit bagi pasien tersebut.
TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      Membangun suatu sistem diagnosa penyakit khususnya penyakit saluran pernapasan atas dengan suatu program komputer
2.      Memudahkan tenaga pelayanan kesehatan dalam melakukan diagnosa penyakit khususnya infeksi saluran pernapasan atas.
MANFAAT PENELITIAN
Dari hasil penelitian diharapkan :
1.      Dapat meningkatkan mutu / kualitas pelayanan kesehatan terhadap pasien serta ketepatan hasil diagnosanya.
2.      Dapat memudahkan tenaga pelayanan kesehatan dalam melakukan diagnosa penyakit khususnya infeksi saluran pernapasan atas.
PEMBAHASAN
Pada bagian akan dijelaskan logika bagaimana hubungan antara hasil analisa dan desain program diagnosa penyakit ISPA ini dapat bekerja, dengan memberikan tampilan form-form yang telah dibuat. Implementasi merupakan tahap dimana sistem siap dioperasikan pada tahap yang sebenarnya, sehingga akan diketahui apakah sistem yang telah dibuat benar-benar sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Form Menu Utama
Form menu utama ini merupakan tampilan utama dari program sistem pakar diagnosa penyakit infeksi saluran pernapasan akut dengan menggunakan metode Faktor kepastian. Dimana form menu utama ini memuat informasi seluruh menu yang dapat diakses oleh user yaitu admin, pakar dan staf. Beberapa menu yang ada adalah sebagai berikut :
1.      Sistem terdiri dari : Tambah User, Hapus User, Ganti Password dan Log Out.
a.       Log Out digunakan untuk keluar dari hak akses dari user yang sedang aktif/login, agar tidak ada user lain yang menggunakannya.
b.      Sistem ini hanya dapat digunakan oleh admin, kecuali untuk menu log out-nya.
2.      Pakar terdiri dari : input data penyakit, edit data penyakit, input data gejala, input data kepastian.
3.      Diagnosa terdari dari : input data pasien, edit data pasien, pencarian data pasien, Konsultasi, Sejarah konsultasi.
4.      Laporan terdiri dari : laporan pasien secara perorangan, laporan pasien keseluruhan, dan laporan data penyakit.
5.      Keluar terdiri dari : keluar program, lisenced program dan tentang author.
Form Input Data Pasien
Form ini digunakan untuk input data pasien. Untuk menginputkan data pasien dimulai dengan mengisi semua kolom sesuai dengan data pasien yang bersangkutan, dimulai dari kode pasien, nama, alamat, telepon, jenis kelamin, usia dan golongan darah. Setelah data terisi semuanya maka tekan tombol “Simpan” untuk menyimpan. Apabila data yang telah dimasukkan tidak jadi disimpan maka tombol “Batal” dapat ditekan. Tombol “Keluar” digunakan untuk keluar dari form.
Form Edit Data Pasien
Form ini digunakan untuk melakukan perubahan data pasien maupun penghapusan datanya secara permanen dari sistem. Proses ini diawali dari memasukkan data kode pasien, jika kode pasiennya benar maka data pasien akan ditampilkan dan dapat dilakukan perubahan. Tombol “Simpan” digunakan untuk menyimpan hasil perubahan ke dalam sistem. Tombol “Hapus” digunakan untuk menghapus data pasien dari sistem. Tombol “Batal” digunakan untuk membatalkan proses perubahan dan penghapusan data. Tombol “Keluar” digunakan untuk keluar dari form ini.
Form Pencarian Data Pasien
Form ini digunakan untuk mencari data pasien yang melakukan konsultasi. Dimulai dengan memasukkan nama pasien yang akan dicari dan kemudian diklik tombol “Cari”. Data pasien yang ditemukan akan ditampilkan pada bagian kolom grid. Tombol “Keluar” digunakan untuk keluar dari form ini.
Form Input Data Penyakit
Pada form input data penyakit, untuk menginputkan data penyakit dimulai dengan mengisi semua kolom sesuai dengan data penyakit yang ada, dimulai dari kode penyakit, nama penyakit, definisi, penyebab dan penanganannya. Setelah data terisi semua maka tekan tombol “Simpan” untuk menyimpan data tersebut ke dalam sistem. Apabila datanya tidak jadi disimpan maka tekan tombol “Batal” untuk membatalkan. Tombol “Keluar” digunakan untuk keluar dari form tersebut.
Form Data Gejala Penyakit
Form ini digunakan untuk memasukkan tentang data gejala. Pada form gejala penyakit ini, untuk menginputkan data gejala dimulai dengan mengisi semua kolom sesuai data gejala yang ada, dimulai dari kode gejala lalu nama gejala. Jika kode gejala sudah ada maka dapat dilakukan perubahan maupun penghapusan data. Daftar gejala dapat dilihat pada kolom grid. Tombol “Simpan” digunakan untuk menyimpan data gejala baru maupun data yang sudah dilakukan perubahan. Tombol “Hapus” digunakan untuk menghapus data gejala. Tombol “Batal” digunakan untuk membatalkan proses pengisian, perubahan maupun penghapusan data. Tombol “Keluar” digunakan untuk keluar dari form ini.
Form Konsultasi
Pada form konsultasi digunakan bagi pasien untuk mendiagnosa penyakitnya berdasarkan gejala-gejala yang diderita. Pada form ini terdapat 2 bagian tabsheet yang saling berkaitan, yaitu : konsultasi penyakit dan hasil diagnosa penyakit.
1.      Konsultasi Penyakit
Setelah pengisian form pendaftaran, maka form konsultasi akan ditampilkan untuk memulai konsultasi bagi pasien yang sudah terdaftar saat ini. Untuk memulai konsultasi masukkan gejala yang dirasakan melalui lookup yang telah tersedia, untuk menambahkan gejala yang lainnya tekan tombol “Gejala Lain” dan ulangi proses sebelumnya. Setelah data gejala yang dirasakan pasien dianggap sudah selesai maka tekan tombol hasil.
2.      Hasil Diagnosa Penyakit
Setelah pengisian form konsultasi, maka form hasil konsultasi akan ditampilkan, untuk melihat hasil konsultasi tekan tombol “Lihat”. Sedangkan untuk mencetak tekan tombol “Cetak”. Tombol “Keluar” digunakan untuk menutup form ini.
Form Laporan Pasien Perorangan
Pada form ini digunakan untuk mencetak laporan pasien perorangan, dimulai dengan memasukkan kode pasien maka nama pasien akan muncul otomatis. Tombol “Lihat” digunakan untuk melihat laporannya terlebih dahulu sebelum dicetak. Tombol “Cetak” akan melakukan proses pencetakan langsung melalui printer yang sudah terpasang.
Form Laporan Pasien Keseluruhan
Laporan pasien secara keseluruhan digunakan untuk melihat data pasien yang melakukan konsultasi diagnosa penyakit infeksi saluran pernapasan akut. Tombol “Lihat” digunakan untuk melihat laporannya terlebih dahulu sebelum dicetak. Tombol “Cetak” akan melakukan proses pencetakan langsung melalui printer untuk dicetak ke kertas.
Form Laporan Data Penyakit
Laporan data penyakit digunakan untuk mencetak data penyakit keseluruhan yang sudah tersimpan dalam sistem. Tombol “Lihat” digunakan untuk melihat laporannya terlebih dahulu sebelum dicetak. Tombol “Cetak” akan melakukan proses pencetakan langsung melalui printer ke media kertas.
PENGUJIAN SISTEM
Sebelum program diterapkan atau diimplementasikan maka program harus bebas terlebih dahulu dari kesalahan ataupun bug. Kesalahan program yang mungkin terjadi antara lain kesalahan penulisan bahasa, kesalahan sewaktu proses atau kesalahan logika. Setelah program bebas dari kesalahan, program dites dengan memasukkan data untuk diolah. Hasil program yang sesuai dengan desainnya akan menghasilkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan pemakai.
PENGUJIAN DATA
Pengujian data dilakukan untuk mengetahui keakuratan program dalam imlementasinya. Jika data yang dimasukkan belum mendekati fakta dari penyakit sebenarnya maka program harus dapat menyimpulkan kemungkinan penyakit lain.
Dapat dicontohkan sebagai berikut, jika gejala penyakit pnemonia adalah sebagai berikut :
a.       Demam, berkeringat.
b.      Lesu, lemah.
c.       Batuk dengan/tanpa dahak. Dahak biasa berwarna kuning/hijau atau dengan bercak darah.
d.      Nafas cepat, sesak nafas, nyeri jika bernafas. mengantuk, terutama pada usia lanjut dan penderita sakit berat.
Jika salah satu data tidak dimasukkan misalnya nyeri jika bernafas dan cepat mengantuk tidak dimasukkan maka sistem akan memberikan alternatif pilihan penyakit yang lain, begitu juga sebaliknya.

Pendapat tentang Jurnal diatas
Dengan adanya Sistem Pakar yang di gunakan untuk mendiagnosa penyakit ISPA maka kemungkin untuk penyembuhan pasien yang menderita penyakit ISPA akan lebih tertolong. Dan juga adanya Sistem Pakar yang di gunakan dalam bidang kedokteran maka bukan hanya penyakit ISPA yang bisa di diagnosa, berbagai penyakit pun bisa di diagnosa dengan memanfaatkan teknologi AI (Artificial Intelegence).
Dalam pembuatan program sistem pakar ini masih banyak terdapat kekurangannya sehingga masih harus dilakukan beberapa perbaikan. Misalnya untuk menjaga dan memelihara keakuratan data maka perlu diadakan pengecekan data secara berkala, agar program sistem pakar ini dapat dikembangkan lagi maka seorang pemrogram harus dapat melakukan riset baik melalui seorang ahli yang sudah menguasai di bidang kesehatan ataupun melalui studi pustaka.

Sistem pakar diagnosa infeksi saluran pernafasan akut yang telah dirancang tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran seorang dokter dalam melakukan penarikan kesimpulan nama penyakit. Tetapi sistem yang telah dirancang ini mampu memberikan kesimpulan  berdasarkan ketetapan yang telah  dimasukkan seorang dokter kedalam sistem ini.